Kamis, 16 Mei 2013

Profesi IT (Network and Computer Systems Administrators)




Dalam dunia IT, keahlian apa yang akan paling banyak dibutuhkan? Sebuah pertanyaan yang penting untuk kita ketahui jawabannya sebagai Dokter Komputer yang baru lulus dari kegiatan kemahasiswaan.
Profesi adalah “suatu lapangan kerja yg memerlukan pendidikan khusus, yang berakhir dengan suatu gelar dari lembaga pendidikan tinggi, serta mengakui adanya kewajiban terhadap masyarakat dan memiliki kode etik yang mengikat setiap orang yang menyandang suatu profesi tertentu
Sebagai tambahan, ada informasi yang dipublikasikan oleh Forbes. Meskipun tidak spesifik membahas dunia IT, akan tetapi menarik sekali data dari Forbes yang menunjukkan IT sebagai bidang keahlian yang dominan dibutuhkan oleh bisnis. Salah satunya : Network and Computer Systems Administrators
Beberapa description job dari Network and Computer Systems Administrators
1.   Menjaga dan mengelola jaringan komputer serta lingkungan komputasi terkait termasuk perangkat keras, perangkat lunak sistem, perangkat lunak aplikasi, dan semua konfigurasi yang ada.
2.  Memecahkan masalah, mendiagnosa, dan menyelesaikan perangkat keras, perangkat lunak, atau jaringan, masalah sistem, dan mengganti komponen yang rusak bila diperlukan.
3.   Merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan langkah-langkah keamanan jaringan untuk melindungi data agar dapat di backup, perangkat lunak, dan perangkat keras supaya dapat beroperasi pemulihan dari kerusakan.
4.  Mengkonfigurasikan, memonitor, mendesain, dan memelihara aplikasi email atau virus software perlindungan.
5.     Mengoperasikan master konsol untuk memonitor kinerja sistem komputer dan jaringan, dan untuk mengkoordinasikan komputer akses jaringan dan penggunaan.
6.      Memuat rekaman komputer dan disk, dan menginstal perangkat lunak dan kertas printer atau form.
7.  Memonitor kinerja jaringan untuk menentukan apakah penyesuaian perlu dibuat, dan untuk menentukan di mana perubahan harus dibuat di masa depan, serta merundingkan dengan sesame pengguna jaringan agar dapat juga memecahkan masalah sistem yang ada.
Profesi Network and Computer Systems Administrators di Indonesia bisa disebut juga dengan Network Administrator, mungkin juga disebut dengan Network Engineer dengan kualifikasi :
Network Administrator
1.      Pengalaman di bidang IT Network / Network Administrator 2-3 tahun
2.      Memahami LAN, WAN, Mailserver, PDC/BDC, Linux / Free BSD
3.      Menguasai Linux Redora Server
4.      Menguasai secara mendalam win2000 administration tool
5.      Mengikuti perkembangan TI terkini
6.      Memiliki motivasi kerja yang tinggi, energik, dan kreatif
7.      Mampu berbahasa inggris aktif, lisan maupun tulisan
 Network Engineer
             1.      Pengalaman kerja sebagai Network Engineer

             2.      Memiliki sertifikasi setara Network Engineer (CCNA)

             3.      Menguasai dan wajib berpengalaman minimal 1 tahun mengelola LAN

             4.      Mengerti hardware (PC, Printer, Hub, dll)

             5.      Menguasai MS Windows, Linux dan Office

             6.      Menguasai PC Remote misal PC Anywhere atau lainnya

             7.      Menguasai database (SQL Server) merupakan nilai tambah
Profesi Network and Computer Systems Administrators di Singapura
Pada model Singapura juga dilakukan pembagian berdasarkan tingkatan senioritas. Misal pada System development dibagi menjadi:
         1.  Programmer

         2.  Analis / Programmer

         3.  Senior Analis / Programmer

         4.  Principal Analis / Programmer

         5.  System Analis

         6.  Senior System Analis

         7.  Prinsip Sistem Analis

Industri sektor teknologi informasi (TI) Singapura kini sedang menghadapi masa-masa sulit. Bukan disebabkan masalah sepinya pasar atau lainnya, namun justru karena mengalami kekurangan tenaga kerja handal. Penelitian seputar pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan karir Hudson mengungkap perusahaan TI Singapura kini sedang mengalami ‘paceklik’ tenaga kerja handal. Kekurangan tenaga kerja ini berkaitan dengan ketatnya persaingan pencarian bakat dari negara-negara Asia lain. Sebesar 73 persen responden dari kalangan industri TI mengakui perekrutan tenaga kerja yang handal dalam bidang TI saat ini kian sulit.