Selasa, 22 Mei 2012

Resensi Laporan Kegiatan


LAPORAN KEGIATAN

Jenis Buku                            : Novel
Judul Novel                          : Catatan Akhir Sekolah
Penulis                                  : Erik Sasono
Skenario                               : Salman Aristo
Penyunting                           : Denny Indra
Desain Sampul                     : Rexinema
Penata Letak                        : Jeffri Fernando
Penerbit                                : GagasMedia
Distributor                            : AgroMedia Pustaka

I.                   Pendahuluan

I.       1    Latar Belakang
Mungkin sedikit cerita dan sedikit kata bisa membuat penulis tidak lupa dengan catatan-catatan penulis dimasa kita sekolah, bahkan sekalipun dimasa SMA yang katanya masa-masa Sma itu masa dimana kita tahu kepribadian kita, dengan bandel-bandelnya kita, dan berwarnanya kehidupan kita, seperti. Pacaran, nyontek, ngerokok, bahkan yang bandelnya itu tidak bakalan oleh guru sekalipun.
Jadi kenapa penulis mengangkat laporan ini di Novel Catatan Akhir Sekolah karya Erik Sasono, karena masa sekolah tak akan terlupakan sampai kapanpun. Dimana kita semua tahu Sma itu atau masa sekolah itu, jika kita sudah tidak sekolah lagi kita bhakan ingin mengulang dengan kembali kesekolah, kangen dengan suasana sekolah, dan kangen dengan keindahan-keindahan sekolah, Novel ini penulis angkat kepublik, agar kita semua tahu agar kalian tahu semua ada loh novel dengan karya Erik Sasono yang bagus.

I.          II          Isi Buku atau Ringkasan
Nama
     Apa arti sebuah nama, kata Shakespeare. Mawar tetap saja wangi biarpun diganti namanya. Tapi orang jawa percaya nama bias bawa sial. Atau nama terlalu berat, makanya bikin anak kecil suka sakit-sakitan. Kalau anak kecil terus sakit-sakitan biasanya diganti namanya jadi Slamet. Anehnya sesudah diganti nama jadi Slamet, anak itu tak sakit-sakitan lagi. Nama memang doa, kata orang-orang tua. Bias bawa sial, bias bawa untung. Ini adalah cerita tentang nama yang bawa sialbuat tiga orang sekaligus.
     Agni, Alde, dan Arian. Ketiga nama itu sekolah di SMU Fajar Harapan dengan absen yang saling berdekatan. Sewaktu angkatan mereka pada masa orientasi mereka bertiga  yang tadi namanya kita sebut dipanggil, awalnya memang iseng, namun ternyata Agni tidak suka dan berbuntut dengan hukuman ketiga murid baru tersebut. Hukuman tersebut menyanyikan lip-sync lagu One lovenya Band Blue. Lengkap dengan atribut topi pesta dan kaos kaki bola mereka, dengan julukan bertiga itu karena nama depannya sama jadi dipanggil A3.
     Pada masa sekolah Agni yang sangat gila film, dia salah satu pendiri ekskul film disekolah SMU Fajar Harapan, dan Arian yang mempunyai hobi tulis menulis, dia masuk keekskul Majalah Mading, namun dia hanya mendapat kepercayaan sebagai Kuncen(istilah baru) atau pemegang kunci madding. Akan tetapi Alde tidak sesial teman mereka yang dua tadi si Agni dan Arian, Alde yang menjadi Anggota band di sekolahnya dengan memegang alat Bass tetapi tidak tegasnya aliran band tersebut, mau membawa aliran apa.
     Pada masa sekolah masa dimana kita tahunya pacaran, tak terkecuali siAgni. Agni pada masa sekolah pernah pacaran sama yang namanya Alina, tetapi sebenarnya Alina sangat dan setia dengan Agni, namun karena asering membualnya Agni dalam membuat film sedikit demi sedikit Alina mulai bosan, dan akhirnya merak putus, tetapi Agni masih memendam rasa ciinta dan suka kepada Alina. Namun Alina akhirnya sehabis pacaran dari Agni, dia pacaran dengan Ray, dengan predikat best couple di sekolahnya. Alina yang cantik dan pintar dan Ray siTampan dan siKeren, tapi bungkusan sama isinya berbeda balik. Alina dan Ray itu punya masalah sendiri yang nantinya tercium kehidungnya si Agni. Alde yang dari dulu juga menyimpan raas suka kepada Ranti namun si Alde yang malu untuk mengungkapkannya, memang bangkai kalau disembunyiin akhirnya ketahuan juga. Sukanya Alde kepada Ranti akhirnya tercium juga kepada Arian, yaaaah akhirnya itu jadi rahasia mereka berdua. Bahkan Arian yang sudah lebih dulu menjadi pujangga cinta yang sering ditolak oleh cewek sok-sokan mengajari Alde.
     A3 sebutan mereka bertiga ingin membuat sesuatu yang bagus untuk sekolahnya, yaitu Film Dokumenter tentang sekolahnya. Dengan judul difilm tersebut “Catatan Akhri Sekolah”. Selang berjalan film tersebut dan dengan dibantunya oleh teman-teman kelas satu dan kelas dua akhirnya film tersebut dapat tercipta, bahkan dapat mengungkapkan sebuah korupsinya pak Boris dengan konco-konconya. Diputarlah film tersebut pada acara yang ditajuk pada sekolah SMU Fajar Harapan pada malam hari film tersebut diputar, suksesnya film tersebut akhirnya dapat dibanggakannya Agni, Arian dan Alde sebagai sang pembuat film documenter SMU Fajar Harapan.

I.             III. Komentar Penulis
I.       III. 1. Erik Sasono
Bekerja sebagai konsultan untuk pemgembangan media di sebuah organisasi non pemerintah. Mengisi waktu luang dengan menulis scenario film dan menulis kritik serta review film di media online. Ini adalah novel pertamanya.
I.       III. 2. Salman Aristo
Orang Minang yang lahir di Jakarta 13 April 1976. Tapi merasa dibesarkan di Bandung. Saat masih berkutat dengan kuliahnya di juranalistik UNPAD. Dan beliau menulis scenario Catatan Akhir Sekolahnya pada layar lebar, dan beliau menyebut dia hanya seorang pencerita “Storyteller” itu katanya.
I.       III. 3. Arif Mulyawan
Seorang Mahasiswa swasta yang mengangkat tema yang ditulis oleh Erik Sasono dan Rekannya Salman Aristo yang sangat kami sukai Novel dan Film tersebut. Jadi kalau kata saya, nikmatilah masa sekolah mu agar nanti dapat bercerita jikalau sudah tidak sekolah lagi.

I.             IV. Kesimpulan, Saran dan Kritik
I.          IV. 1. Kesimpulan
Kesimpulan dari tema yang kami angkat adalah. Masa muda masa dimana kita harus belajar dengan baik, cinta, bandel, dan hal-hal yang membuat kita tertawa nantinya. Jadi pergunakanlah masa mudamu disekolah dengan baik dan nikamatinlah masa muda mu dengan positif.
I.          IV. 2. Saran dan Kritik
Berilah laporan kami saran agar kami dan menulis ini dapat belajar dari pengalaman kami, bangunlah penulisan laporan kami. Karena saran dan kritik andalah yang akan membangun prestasi kami dalam menulis.
Maaf kami tidak ada maksud apa-apa, karena kami hanya belajar dan belajar untuk menjadi penulis. Jadi jika ada yang tersinggung atau apapun kamu mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya. 

Jumat, 04 Mei 2012

Resahnya Jakarta

KEBRUTALAN GENG MOTOR MERESAHKAN IBUKOTA DKI JAKARTA

Awalnya para pengendara motor hanya sekedar berkumpul dan hanya sekedar bagaimana dia bersenang-senang pada motor dan teman-teman sesame pengendara lain. Namun dari segi positifnya adanya geng motor dijakarta bahkan di sekitarnya adalah, saling bersilaturahmi antara para pengendara lain, dan dengan saling bertukar pikirannya agar menjadi satu dengan sama lainnya.
Akan tetapi geng motor sekarang-sekarang ini sangat meresahkan para pengguna jalan yang berada didaerah, kususnya daerah ibukota Jakarta. Sekitar malam hari para geng motor hanya membuat resah saja. Sekitar daerah Jakarta dan  kita lihat didaerah Salemba, sangat-sangat tidak baik untuk diikutin. Para geng motor malahan sudah membunuh para pengendara yang lain, jadi tidak baik untuk dicontoh. menurut Syafii, berlaku surut dari puncak pimpinan pemerintahan (DPR dan Presiden) hingga di level rumah tangga, yakni orang tua. "Pemimpin kita sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri, terlibat kasus korupsi, skandal ini dan itu. Apa yang bisa dicontoh?" katanya. Ia juga berpendapat bahwa penegakan hukum yang lemah membuat orang tidak takut untuk berbuat anarkis. Sementara itu, ia menambahkan, orang yang sudah terlanjur berbuat anarkis menjadi tidak takut untuk mengulanginya lagi. "Seharusnya, penanganan kasus kekerasan yang dilakukan oleh geng motor ini harus segera diusut dan pelakunya dihukum. Jangan dibiarkan berlarut-larut," katanya.
Syafii juga mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia yang terlalu mengutamakan aspek kognitif akademik siswa. "Ini menjadikan generasi muda kita pintar otaknya saja, tapi hatinya tidak," ujarnya.

Maka dari itu untuk para orangtua harus melihat para anak-anak  tersebut agar tidak mengikuti para orang-orang yang lainnya.

sumber : http://www.republika.co.id