Minggu, 16 Juni 2013

Estimasi

Estimasi Adalah proses meramalkan atau memperkirakan waktu dan biaya untuk menyelesaikan berbagai deliverabel proyek.
·         Atas bawah (top-down)
·         Bawah atas (bottom-up)
Estimasi Waktu dan Biaya Sangat Penting Estimasi diperlukan untuk :
·         Mendukung keputusan yg baik
·         Menjadwalkan pekerjaan
·         Menentukan berapa lama proyek perlu dilakukan dan berapa biayanya
·         Menentukan apakah proyek layak dikerjakan
·         Mengembangkan kebutuhan arus kas
·         Menentukan seberapa baik kemajuan proyek
Menyusun anggaran time phased dan menetapkan baseline proyek.
Faktor-faktor yg mempengaruhi kualitas estimasi
1.      Horizon Perencanaan
2.      Durasi proyek
3.      Orang
4.      Struktur dan organisasi proyek
5.      Menaikkan estimasi
6.      Budaya organisasi
7.      Faktor lain
Panduan estimasi waktu, biaya dan sumber daya
1.      Tanggung jawab
2.      Menggunakan beberapa orang untuk mengestimasi
3.      Kondisi normal
4.      Unit waktu
5.      Independensi
6.      Ketidakpastian (contingency)
7.      Menambahkan penilaian risiko pada estimasi membantu menghindari kejutan pada stakeholder
8.      Estimasi Makro versus Estimasi Mikro
Estimasi atas-bawah pada umumnya diperoleh dari seseorang yg menggunakan pengalaman dan atau informasi untuk menentukan durasi dan total biaya proyek.
Estimasi bawah-atas menggunakan metode efisien dan berbiaya rendah. Proses itu dapat berlangsung setelah proyek digambarkan secara detail.
Pendekatan dari bawah ke atas pada tingkat paket kerja dapat bertindak sebagai titik periksa untuk berbagai elemen biaya di dalam WBS dengan me rollup paket kerja dan akun biaya yg yerkait dengan deliverabel utama.

Metode untuk estimasi waktu dan biaya proyek
a.        Pendekatan Makro
·         Metode Konsensus
·         Metode Rasio
·         Metode Distribusi Merata (Apportion Method)
·         Metode Function Point untuk Proyek Perangkat  Lunak dan Sistem
·         Kurva Pembelajaran
Pendekatan Mikro
·         Metode template
·         Prosedur Parametrik untuk Tugas Spesifik
·         Estimasi Detail untuk WBS Paket Kerja
·         Hibrid : Tahap Estimasi
Kerja proyek time-phased adalah titik penunjuk untuk mengendalikan biaya proyek. Tanpa time-phased hampir tidak mungkin untuk mengendalikan biaya dalam batasan waktu dan dapat dipercaya. Time-phased memulai dengan estimasi waktu untuk paket kerja.
Jenis-jenis Biaya
Biaya langsung
·         Tenaga kerja
·         Material
·         Peralatan
·         lainnya
Biaya overhead proyek (langsung)
Biaya overhead untuk Umum dan Administrasu (G&A)
Memperbaiki Estimasi
Alasan :
Interaksi biaya-biaya disembunyikan di dalam estimasi.
Kondisi-kondisi normal tidak berlaku
Berbagai hal yg berjalan salah dalam proyek.
Perubahan dalam cakupan dan rencana proyek.
Tindakan :

·         Menyesuaikan estimasi

·         Dana kontingensi dan penyangga waktu

·         Mengubah anggaran dan baseline

Membuat Database untuk Estimasi

Cara terbaik untuk meningkatkan estimasi adalah mengumpulkan dan mengarsip data mengenai estimasi dan aktual dari proyek masa lampau.  Menyimpan data historis-estimasi dan aktual memberikan basis pengetahuan untuk meningkatkan estimasi waktu dan biaya proyek.

Kamis, 16 Mei 2013

Profesi IT (Network and Computer Systems Administrators)




Dalam dunia IT, keahlian apa yang akan paling banyak dibutuhkan? Sebuah pertanyaan yang penting untuk kita ketahui jawabannya sebagai Dokter Komputer yang baru lulus dari kegiatan kemahasiswaan.
Profesi adalah “suatu lapangan kerja yg memerlukan pendidikan khusus, yang berakhir dengan suatu gelar dari lembaga pendidikan tinggi, serta mengakui adanya kewajiban terhadap masyarakat dan memiliki kode etik yang mengikat setiap orang yang menyandang suatu profesi tertentu
Sebagai tambahan, ada informasi yang dipublikasikan oleh Forbes. Meskipun tidak spesifik membahas dunia IT, akan tetapi menarik sekali data dari Forbes yang menunjukkan IT sebagai bidang keahlian yang dominan dibutuhkan oleh bisnis. Salah satunya : Network and Computer Systems Administrators
Beberapa description job dari Network and Computer Systems Administrators
1.   Menjaga dan mengelola jaringan komputer serta lingkungan komputasi terkait termasuk perangkat keras, perangkat lunak sistem, perangkat lunak aplikasi, dan semua konfigurasi yang ada.
2.  Memecahkan masalah, mendiagnosa, dan menyelesaikan perangkat keras, perangkat lunak, atau jaringan, masalah sistem, dan mengganti komponen yang rusak bila diperlukan.
3.   Merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan langkah-langkah keamanan jaringan untuk melindungi data agar dapat di backup, perangkat lunak, dan perangkat keras supaya dapat beroperasi pemulihan dari kerusakan.
4.  Mengkonfigurasikan, memonitor, mendesain, dan memelihara aplikasi email atau virus software perlindungan.
5.     Mengoperasikan master konsol untuk memonitor kinerja sistem komputer dan jaringan, dan untuk mengkoordinasikan komputer akses jaringan dan penggunaan.
6.      Memuat rekaman komputer dan disk, dan menginstal perangkat lunak dan kertas printer atau form.
7.  Memonitor kinerja jaringan untuk menentukan apakah penyesuaian perlu dibuat, dan untuk menentukan di mana perubahan harus dibuat di masa depan, serta merundingkan dengan sesame pengguna jaringan agar dapat juga memecahkan masalah sistem yang ada.
Profesi Network and Computer Systems Administrators di Indonesia bisa disebut juga dengan Network Administrator, mungkin juga disebut dengan Network Engineer dengan kualifikasi :
Network Administrator
1.      Pengalaman di bidang IT Network / Network Administrator 2-3 tahun
2.      Memahami LAN, WAN, Mailserver, PDC/BDC, Linux / Free BSD
3.      Menguasai Linux Redora Server
4.      Menguasai secara mendalam win2000 administration tool
5.      Mengikuti perkembangan TI terkini
6.      Memiliki motivasi kerja yang tinggi, energik, dan kreatif
7.      Mampu berbahasa inggris aktif, lisan maupun tulisan
 Network Engineer
             1.      Pengalaman kerja sebagai Network Engineer

             2.      Memiliki sertifikasi setara Network Engineer (CCNA)

             3.      Menguasai dan wajib berpengalaman minimal 1 tahun mengelola LAN

             4.      Mengerti hardware (PC, Printer, Hub, dll)

             5.      Menguasai MS Windows, Linux dan Office

             6.      Menguasai PC Remote misal PC Anywhere atau lainnya

             7.      Menguasai database (SQL Server) merupakan nilai tambah
Profesi Network and Computer Systems Administrators di Singapura
Pada model Singapura juga dilakukan pembagian berdasarkan tingkatan senioritas. Misal pada System development dibagi menjadi:
         1.  Programmer

         2.  Analis / Programmer

         3.  Senior Analis / Programmer

         4.  Principal Analis / Programmer

         5.  System Analis

         6.  Senior System Analis

         7.  Prinsip Sistem Analis

Industri sektor teknologi informasi (TI) Singapura kini sedang menghadapi masa-masa sulit. Bukan disebabkan masalah sepinya pasar atau lainnya, namun justru karena mengalami kekurangan tenaga kerja handal. Penelitian seputar pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan karir Hudson mengungkap perusahaan TI Singapura kini sedang mengalami ‘paceklik’ tenaga kerja handal. Kekurangan tenaga kerja ini berkaitan dengan ketatnya persaingan pencarian bakat dari negara-negara Asia lain. Sebesar 73 persen responden dari kalangan industri TI mengakui perekrutan tenaga kerja yang handal dalam bidang TI saat ini kian sulit.

Minggu, 28 April 2013

tugas

1. Menurut Anda seberapa penting dilakukan tes penerimaan terhadap sistem yang dibuat? 
- Jawab : Melakukan tes penerimaan terhadap sistem yang dibuat sangatlah penting karena dengan melakukan hal tersebut kita bisa mengetahui bahwa user puas dengan sistem yang kita buat dan sistem yang telah dibuat dapat berjalan sesuai dengan yang telah disepakati kedua belah pihak (Vendor & Client) diawal perjanjian yang pada akhirnya kita bisa mendapatkan tanda penerimaan dari user berupa pembayaran.

 2. Apa saja yang perlu dicek pada kegiatan 'Rencana Penerimaan'?
1. Periode percobaan
        Periode percobaan atau parallel run adalah pendekatan yang paling umum untuk penerimaan. Menggunakan pendekatan „Periode Percobaan‟ tim proyek mudah memasang sistem baru untuk dicoba oleh user. Pendekatan ‘Parallel Run’ menambahkan dimensi untuk peralihan sistem lama yang sudah berjalan dengan baik sebagai perbandingan dan cadangan.

2. Penerimaan yang lengkap sedikit demi sedikit
           Pendekatan yang lebih baik adalah menemukan serangkaian tes yang mendemonstrasikan semua fungsi yang dijanjikan. Penerimaan akan dilakukan secara resmi melalui seluruh tes ini kepada pelanggan. Keberhasilan tes diakhiri satu per satu.
Jika sebuah tes gagal, Tim proyek dengan penuh harapan memperbaiki masalah langsung di tempat pengujian. Jika itu masalah utama maka tes ditunda sampai masalah dapat diperbaiki. Dalam teori hanya tes yang gagal yang diulang, walaupun user memiliki hak untuk menjalankan kembali tes yang diterimanya sesudah perbaikan.

3. Memastikan bahwa semua yang dijanjikan akan diuji
          Untuk memastikan semua yang dijanjikan akan dites langsung melalui Spesifikasi Fungsi halaman demi halaman, paragraf demi paragraf, dan buat daftar semua fungsi yang dapat dites.

4. Menggunakan disain
      disain membantu untuk menggelompokkan tes ke dalam serangkaian tes yang mendemonstrasikan fungsi utama dari sistem.Anda dapat mendemonstrasikan semua menu, kemudian seluruh keterangan yang diminta, diikuti dengan semua update, dsb. Cara lain untuk mengelompokkan kumpulan tes adalah dengan fungsi. Melalui semua fungsi Registrasi, diikuti oleh fungsi Administrator, dsb.

5. Menulis percobaan
                 Anda sudah siap menentukan bagaimana anda akan menguji item ketika pengisian pada METODE PERCOBAAN.
 
6. Daftar rencana tes penerimaan
                  Gunakan hal berikut sebagai daftar pengecekkan untuk semua kegiatan yang diperlukan untuk rencana penerimaan :
- Hasilkan Fungsi vs. Tabel Percobaan dan semua FS yang dijanjikan telah dialamatkan.
- Definiskan percobaan dan kumpulan percobaan.
- Tetapkan tanggung jawab untuk menulis percobaan.
- Klien dan Tim proyek mengetahui bahwa ATP akan ditinjau kembali, direvisi jika perlu, dan ditandatangani oleh user. Klien mengetahui bahwa keberhasilan penyelesaian dari percobaan akan mempengaruhi penerimaan sistem. Lihat bentuk contoh ATP pada bagian 10 di Appendix A.
- Tanggung jawab untuk percobaan data telah ditetapkan. Data untuk percobaan seharusnya disediakan oleh tim proyek dan juga user. Jika user dapat menyediakan data yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, percobaan terhadap sistem akan berjalan dengan baik, ditambah user akan merasa nyaman dengan keakuratan percobaannya.
 
7. Kesimpulan untuk rencana tes penerimaan
          Anjurkan user untuk menulis ATP jika dia mampu. Hal ini akan memberikan dia perasaan mengawasi – tim proyek harus membangun sistem melalui percobaan.
 
8.KESIMPULAN UNTUK TAHAP DISAIN
           Pada akhir tahap disain kita menempuh beberapa kejadian penting sebagai berikut :
1. Dokumen Spesifikasi Disain memuat disain akhir tingkat atas melalui disain tingkat menengah.
2. Tanggung jawab ATP disahkan dan dimulai. Ini tidak perlu diselesaikan sampai tahap penerimaan.
3. Rencana proyek, khususnya perkiraan perlu ditinjau kembali. Walaupun anda sedang memperkirakan hanya 4 tahap yang telah disebutkan, tahap pemrograman mungkin akan menjadi tahap yang sangat mahal dan membutuhkan waktu yang sangat banyak dalam keseluruhan kerja proyek. Disain memberikan anda perkiraan perhitungan jumlah modul-modul dan kerumitannya. Sekarang anda mungkin tahu siapa programmer-programmer yang dapat diandalkan, sehingga anda dapat mempertimbangkan faktor produktivitas mereka. Dengan informasi ini waktu pemrograman yang diperlukan dapat dengan mudah diperkirakan.

Rabu, 17 April 2013

Dampak Poositif dan Negatif Pemberlakuan UU ITE


Dampak Poositif dan Negatif Pemberlakuan UU ITE


Pada tanggal 25 Maret 2008 menteri ITE pada cabinet Indonesia Bersatu 1, mengeluarkan hukum yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau yang bisa disingkat dengan UU ITE. Undang-undang ini telah memberikan dampak sosial yang baik maupun yang buruk terhadap masyarakat Indonesia.
Dampak yang baik terhadap masyarakat Indonesia :
memberikan peluang bagi bisnis baru bagi para wiraswasta di Indonesia karena penyelenggaraan sistem elektronik diwajibkan berbadan hukum dan berdomisili di Indonesia. Otomatis jika dilihat dari segi ekonomi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain pajak yang dapat menambah penghasilan negara juga menyerap tenaga kerja dan meninggkatkan penghasilan penduduk. Dan bagi masyarakat Indonesia memberikan perlindungan hukum terhadap transaksi dan sistem elektronik serta memberikan perlindungan hukum terhadap kegiatan ekonomi misalnya transaksi dagang. Penyalahgunaan internet kerap kali terjadi seperti pembobolan situs-situs tertentu milik pemerintah. Kegiatan ekonomi lewat transaksi elektronik seperti bisnis lewat internet juga dapat meminimalkan adanya penyalahgunaan dan penipuan.

Adanya internet di Indonesia yang di daerah maupun yang di kota memungkinkan setiap orang mudah untuk mengakses informasi dan transaksi dengan dunia luar. Bahkan internet dapat menciptakan suatu jaringan komunikasi antar belahan dunia sekalipun. Kemajuan teknologi ini tentunya mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya antara lain mudahnya memperoleh informasi kapan pun dan dimana pun, meningkatkan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan sebagai media yang memungkinkan siapapun untuk berpartisipasi di dalamnya untuk keperluan apa pun dan lain-lain.

Namun dari pernyataan sisi baik internet, ada juga sisi kurang baiknya.
Seperti halnya kasus Prita Mulyasari yang berurusan dengan Rumah Sakit Omni Internasional juga sempat dijerat dengan undang-undang ini. Prita dituduh mencemarkan nama baik lewat internet. Padahal dalam undang-undang pemakai dijelaskan bahwa hak dari pemakai untuk menyampaikan keluh kesah mengenai pelayanan publik. Dalam hal ini seolah-olah terjadi tumpang tindih antara UU ITE dengan UU pemakai.

UU ITE juga dianggap banyak oleh pihak bahwa undang-undang tersebut membatasi hak kebebasan berekspresi, mengeluarkan pendapat, dan menghambat kreativitas dalam berinternet. Padahal sudah jelas bahwa negara menjamin kebebasan setiap warga negara untuk mengeluarkan pendapat. Undang-undang ini menimbulkan suatu polemik yang cukup panjang. Maka dari itu muncul suatu gagasan untuk merevisi undang-undang tersebut.
Kami akan memberikan link UU ITE agar lebih jelas tersebut.

sumber :

Selasa, 19 Maret 2013

Cyber Crime


Cyber Crime

Pengertian Cyber Crime menurut Tavani-2000?
Definisi : Cybercrime adalah kejahatan dimana tindakan kriminal yang mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi di dunia cyber.
Dari definisi tersebut maka bisa disimpulkan bahwa penculikan, penipuan serta penghinaan tadi bukanlah termasuk dalam kategori Cybercrime. Karena tindakan kriminal yang disebutkan diatas bisa dilakukan atau terjadi pada dunia nyata. Jadi selama tindakan kriminal tersebut bisa dilakukan diluar dunia cyber maka tidak masuk dalam kategori Cybercrime. Akan tetapi masuk kedalam kategori Cyber-Related Crime yaitu kejahatan yang dibantu dengan diperburuk dalam menggunakan teknologi cyber.
Berikut contoh kejahatan yang termasuk dalam kategori Cybercrime :

1. Merubah tampilan website orang lain.
2. Membuat dan menyebarkan  virus komputer.
3. Menyebarkan atau Menjual software secara ilegal melalui internet.

Kami memberikkan sebuah contoh kasus cyber crime di Indonesia.

Membajak situs web, Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh cracker adalah mengubah halaman web, yang dikenal dengan istilah deface. Pembajakan dapat dilakukan dengan mengeksploitasi lubang keamanan. Sekitar 4 bulan yang lalu, statistik di Indonesia menunjukkan satu situs web dibajak setiap harinya. Hukum apa yang dapat digunakan untuk menjerat cracker ini?

Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain. Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang “dicuri” dan digunakan secara tidak sah. Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, “pencurian” account cukup menangkap “user id” dan “password” saja. Hanya informasi yang dicuri. Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya “benda” yang dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunan dibebani biaya penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP. Namun yang pernah diangkat adalah penggunaan account curian oleh dua Warnet di Bandung.

Seperti halnya di tempat lain, virus komputer pun menyebar di Indonesia. Penyebaran umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak sadar akan hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya. Kasus virus ini sudah cukup banyak seperti virus Mellisa, I love you, dan SirCam. Untuk orang yang terkena virus, kemungkinan tidak banyak yang dapat kita lakukan. Akan tetapi, bagaimana jika ada orang Indonesia yang membuat virus (seperti kasus di Filipina)? Apakah diperbolehkan membuat virus komputer?
Contoh kasus cyber crime di Luar Negeri
Berikut ini adalah beberapa contoh pendekatan terhadap cybercrime (khususnya) dan security (umumnya) di luar negeri.

Amerika Serikat memiliki Computer Crime and Intellectual Property Section (CCIPS) of the Criminal Division of the U.S. Departement of Justice. Institusi ini memiliki situs web yang memberikan informasi tentang cybercrime. Namun banyak informasi yang masih terfokus kepada computer crime.
National Infrastructure Protection Center (NIPC) merupakan sebuah institusi pemerintah Amerika Serikat yang menangani masalah yang berhubungan dengan infrastruktur. Institusi ini mengidentifikasi bagian infrastruktur yang penting ( critical ) bagi negara (khususnya bagi Amerika Serikat). Situs web :  Internet atau jaringan komputer sudah dianggap sebagai infrastruktur yang perlu mendapat perhatian khusus. Institusi ini memberikan advisory
The National Information Infrastructure Protection Act of 1996
CERT yang memberikan advisory tentang adanya lubang keamanan (Security holes).
Korea memiliki Korea Information Security Agency yang bertugas untuk melakukan evaluasi perangkat keamanan komputer & Internet, khususnya yang akan digunakan oleh pemerintah.